Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Halo, Tuhan...
Pastilah Engkau sedang sibuk saat ini. Sedang memantau peperangan yang terjadi di belahan bumi lainnya ‘kah? Atau sedang mengamati dan menertawakan tingkah polah manusia? Ini aku Tuhan, salah satu dari miliaran ciptaan-Mu, namun mungkin nomor satu dalam hal keinginan berkeluh kesah. Maaf jika sampai sekarang aku termasuk golongan yang tak tahu diri. Hanya datang pada-Mu ketika aku sedang membutuhkan sesuatu.
Maaf jika selama ini aku sering mengabaikan-Mu hingga sering bermalas-malasan untuk pergi ke rumah-Mu. Namun dengan segala kerendahan hati, bersediakah Engkau mendengarkan segala keluh kesahku ini?
Tuhan, andai aku selalu tahu kenapa perasaan cemas datang melandaku. Kadang ia hadir tanpa alasan, mungkin karena aku takut dan sering merasa sendirian.
Andai aku selalu tahu kenapa rasa takut kadang menyergapku. Namun aku belum tentu punya alasan untuk menjelaskan ketakutan itu. Perasaan itu hadir begitu saja, menunda bahagia. Aku tambah kalut jika tak tahu apa sebabnya.
Mungkin aku takut karena merasa kesepian. Tidak, bukan hanya karena saat ini aku sedang melajang. Lebih dari itu, aku benar-benar merasa kehilangan teman-teman. Di usiaku yang sekarang, sahabat memang datang dan pergi. Tapi jika ada di samping pun, aku tetap merasa asing dan sendiri.
Tolong, Tuhan, ingatkan aku bahwa sebenarnya Kau sahabat terbaikku. Aku tak pernah sendirian, karena kau mengerti aku dan selalu mendengarkan. Aku mohon, ingatkan aku untuk selalu dekat kepadaMu. Supaya aku selalu bersandar dan berbagi cerita dengan-Mu, sehingga aku tak perlu lagi merasa kesepian seperti ini.
Kalau harus jujur, aku pun sebenarnya sedikit cemas tentang pekerjaan. Bagaimana bisa aku berjuang di lautan manusia yang sama-sama butuh lowongan?
Pagi ini aku membuka mata kemudian merasa cemas luar biasa. Aku tidak tahu, apakah memang rasa ini sengaja Kau kirimkan padaku supaya aku kembali mengingat-Mu? Yang jelas aku mulai mengkhawatirkan nasib pekerjaanku. Di usiaku ini memang aku sedang kelimpungan mencari pekerjaan yang pas untukku. Bagaimana bisa aku berjuang di lautan manusia yang sama-sama membutuhkan lowongan? Aku sering meragukan kemampuan bahkan merasa rendah diri dibuatnya.
Mataku terbuka bahwa inilah hidup yang sebenarnya. Bahwa dunia ini seperti hutan belantara dan aku harus mampu berjuang hingga titik darah penghabisan supaya bisa bertahan. Tuhan, bersediakah kau cukupkan keberanian yang ada di dalam diriku? Supaya aku bisa dengan maksimal memanfaatkan talenta yang Kau berikan padaku. Aku percaya, Engkau membekali setiap manusia dengan kemampuannya masing-masing.
Dan, aku juga percaya bahwa bagaimanapun caranya aku pasti bisa menemukan jalanku di antara labirin pekerjaan. Bahwa suatu saat nanti aku pasti menemukan pekerjaan yang sesuai dengan renjanaku. Hingga saatnya tiba nanti kuatkanlah hatiku, semoga aku tidak gampang berputus asa digilas kekejaman dunia pekerjaan.
Aku pun selalu ingin tahu siapa yang kelak akan mendampingiku. Tak sabar rasanya menguak rencana sang sutradara alam semesta.
Tuhan, sebenarnya bukan hanya pekerjaan saja yang kurisaukan. Dalam diam aku memendam kecemasan pada siapa yang kelak akan mendampingi hidupku. Siapa yang nanti akan menautkan jemarinya di sela-sela jariku dan menjajari langkahku? Memiliki banyak sikap baikkah dia? Dan cukup mengertikah dia akan diriku? Ah, ya aku selalu percaya bahwa Engkau pasti akan memberikan yang terbaik bagiku. Engkau juga pasti akan menjodohkan aku dengan manusia berhati baik yang sanggup mengerti aku apa adanya.
Aku tahu Tuhan, Engkaulah sutradara terhebat yang ada di jagat raya ini. Aku paham, Engkau sudah menuliskan cerita indah dan aku hanya harus menjalaninya saja. Semoga Engkau selalu bersedia mengingatkanku bahwa hidup ini adalah perjalanan, bukan pertandingan. Menikah juga bukan merupakan pencapaian. Sehingga aku tidak harus merisaukan mengenai pasangan hidup ketika sudah banyak dari teman sejawatku yang mengikat janji suci di pelaminan.
Bagaimana masa depanku akan berjalan? Mampukah aku memimpin hidupku? Tolong, uakinkan aku semoga aku mampu menapaki jalanku
Tuhan, bolehkah aku mengajukan pertanyaan? Bagaimana bentuk masa depanku kelak? Apakah nantinya aku juga akan memiliki beberapa anak dan rumah mungil bersama belahan hatiku? Apakah nantinya aku sanggup mengemban beban berat di pundakku? Bisakah aku berperan sebagai orangtua bagi anakku? Aku selalu bergidik dan kecemasan selalu datang bertubi ketika memikirkan masa depanku. Aku tidak siap, semuanya terasa begitu berat.
Aku tahu Tuhan, masa depanku sudah ada porsinya dan tak perlu lagi kurisaukan. Ajari aku Tuhan, untuk hanya berfokus pada kehidupanku yang sekarang. Semoga aku tak lagi merisaukan masa depan yang tentu sudah kau persiapkan jalannya. Jangan bosan untuk mengingatkanku bahwa aku hanya harus hidup untuk hari ini. Menjalani hariku sebaik-baiknya dan tak perlu memikirkan terlalu jauh ke depan. Yakinkan aku bahwa semua sudah ada rutenya masing-masing.
Tuhan, aku khawatir akan orang tuaku. Jangan Kau akhiri masa mereka di dunia sebelum aku sempat membuat mereka bangga.
Yang terakhir merupakan ketakutan terbesarku Tuhan. Di usiaku yang semakin dewasa, orangtuaku juga makin menua. Gurat usia di wajah mereka semakin jelas adanya. Pun mereka tidak sebugar dahulu karena makin renta. Aku khawatir terhadap mereka. Masihkah mereka ada di saat bahagiaku kelak? Apakah mereka masih bisa menimang cucu yang entah kapan akan ku persembahkan? Dan apakah mereka masih bisa merasakan kesuksesan yang kelak akan kudapatkan?
Tuhan, kali ini aku tidak berdoa untuk diriku sendiri. Tetapi aku berdoa untuk kedua malaikat penjagaku yang ada di bumi. Bersediakah Engkau memberikan usia panjang dan kebugaran untuk mereka? Aku ingin membuat mereka bangga dan bahagia dengan kedua tanganku. Cukupkanlah waktu mereka di dunia sehingga aku masih memiliki kesempatan membalas segala jasa dan berhenti membuat mereka kecewa.
Terimakasih Tuhan yang sudah mau meluangkan waktu di antara kesibukan-Mu mengawasi dunia untuk sekedar mendengarkan curahan hatiku. Semoga aku semakin menghargai hidup yang kau beri. Semoga tiap kali membuka mata aku selalu bisa mensyukuri udara yang masih bisa kuhela dan berhenti merutuki nasib diri. Terimakasih atas segala anugerah yang kau berikan, semoga aku tak perlu lagi mencemaskan masa depan.
Sumber : www.hipwee.com
Kamu berharap kebaikannya, kehadirannya, perhatiannya, kasih sayangnya, tapi seringkah kamu dikecewakannya, menangis karenanya, atau disakiti olehnya?
Lalu pantaskah kamu masih berharap padanya? Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu, adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan? Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik? Apakah dengan tangismu, dia akan hadir? Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan, sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli, sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak.
Ya....
Jangan bertahan untuk harapan yang tak pernah ada, jangan menunggu hembus angin yang lalu. Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk.
Kamu bukan yang dipirkannya, kamu bukanlah apa-apa baginya.
Yang akan menumpahkan air matamu, menggoreskan rasa kecewa, dan mengguratkan luka dihatimu.
Lalu pantaskah kamu masih berharap padanya? Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu, adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan? Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik? Apakah dengan tangismu, dia akan hadir? Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?
Mungkin jawabannya TIDAK
Jadi bukankah ini saatnya untuk kamu pergi, berpaling, menjauh?
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu. Berpalinglah untuk tetesan airmata itu. Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu.
Sulitkah itu bagimu?
Jika “YA”
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu, memperdulikanmu, memikirkanmu. Tanpa kamu sadari, kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan-angan kosongmu.
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan, sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli, sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak.
Ya....
Semua yang sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia, yang sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan.
Untuk apa?
Untuk sesuatu yang KOSONG, tak pernah dia pikirkan, bukan apa-apa untuknya, DIA TIDAK TAHU, TAK AKAN PEDULI.
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang, kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi
Tidakkah semua itu CUKUP?
Saatnya kamu melangkah, mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai.
Selagi kamu bisa berdiri, selagi air matamu belum habis, selagi hatimu belum bernana.
Biarlah sakitnya terasa hari ini, esok luka itu akan mengering.
Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu, tapi dia tak lagi menghancurkanmu.
Bahkan ketika kamu pergi, dia tak akan menangisimu.
Mungkin dia tak menyadarinya, karena kamu bukan yang diharapkannya.
Jangan pernah menoleh lagi untuknya, jika hari ini kamu sadar siapa dia.
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi, dia akan menjadi orang yang sama.
Yang tak pernah mempedulikanmu.
Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum.
Maka
PERGILAH, PERGILAH
Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu.
Biarkanlah air mata itu menetes sederasnya.
Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam
Tapi itu yang TERAKHIR untuknya.
Itu yang TERAKHIR.
Ingat!
Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini
Bukalah hatimu.
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu.
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu.
Yang lebih menghargai cintamu.
Sumber : Beranda Facebook
Harap Di-Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja, saya di ceritain teman pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi kira-kira seperti ini...
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (S) : Baik Pak…
P : Mas tau.. kesalahann ya apa?
S : Gak tau tuh pak?!
P : Ini Plat NOPOL (Nomor Polisi) tidak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang tak standar sambil itu lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
S : Pak tolong jangan ditilang deh ya… plat aslinya udah gak tau ke mana… kalo ada pasti saya pasang.
P : Sudah… saya tilang saja… banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!)
S : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! Taksi saya kan Ada STNK-nya pak, ini kan bukan mobil curian!
P : Kamu itu kalau di bilangin kok yo ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima saja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
S : Maaf pak saya tidak mau yang warna MERAH suratnya… Saya mau yang warna BIRU saja ya Pak?!
P : Hey!!! (dengan nada tinggi) kamu tahu tidak!!! Form biru itu tidak berlaku!
S : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… Tapi sekarang ini kamu gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama Komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
S : Baik pak, kita ke komandan bapak saja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Tentunya kita berfikir… Berani betul sopir taksi itu ya…
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
S : Siapa yg melawan ya Pak!? Saya kan cuman minta form warna BIRU buat tilang… Bapak kan yang gak mau ngasih.
P : Kamu jangan macam-macam yah… Saya bisa kenakan Anda pasal melawan petugas!
S : Sekali lagi maaf ya Pak, saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU sudah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak saja deh ya… kan bapak yang bilang form BIRU tidak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah … wah hebat betul nih sopir … berani, cerdas dan trendy tentunya ya pembaca… (terbukti dia mengeluarkan hp-nya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan!? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama.” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)
P 2 : Mas, Anda gak bisa foto petugas seperti itu
S : Si bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
S : Tidak sama saya pak… Masih sama temen bapak itu (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI… Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : Ok pak… gitu dong kalo gini dari tadi kan enak kita sama-sama enak…
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya ke ATM, mau transfer uang tilang.
Sopir taksipun mungkin bergumam, “Hatiku senang banget, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke Oknum Polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”
Tambahnya, “Kalau ditilang kita berhak minta form warna Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke Negara sekalian daripada buat oknum!”
Dari obrolan dengan sopir vs polisi tersebut dapat kita ambil kesimpulan sebagai berikut ini:
~ SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat... Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang.
Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
~ SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu! Dan dananya itu RESMI MASUK KE KAS NEGARA
SILAKAN DI-SHARE itu apa bila berkenan, semoga bermanfaat bagi penguna kendaraan.
Trik Saat Ditilang POLISI
Tag :
Story
Read Post : Trik Saat Ditilang POLISI28 Januari 2013
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
Story
Read Post : Trik Saat Ditilang POLISI28 Januari 2013

